Tampilkan postingan dengan label Inspiring Person. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring Person. Tampilkan semua postingan

From Martin Seligman

Ada tiga tipe kebahagiaan, menurut Martin Seligman, pakar postive psychology:
Pleasure, Engagement, dan Meaning.

Pleasure adalah kenikmatan, perasaan enak di tubuh kita, yang datang karena indera kita kena stimuli yang menyenangkan. Nikmatnya pijat ketika lelah, enaknya makan direstoran mahal, pemakaian obat terlarang, minuman keras yang memabokkan, diskotik yang hingar bingar, termasuk kenikmatan sexual.
Kebahagiaan tipe ini, pleasure, sering membuat kita selalu menginginkan lebih dan lebih, kita menjadi kecanduan, dan selalu ingin yang lebih lagi, lebih mahal, lebih enak, lebih banyak. Juga ada faktor semakin memudarnya nilai kenikmatan itu setelah kita lakukan berkali kali, seperti minuman keras baru akan memabokkan bila kita meminum lebih.

Kebahagiaan tipe kedua adalah Engagement, atau Keterlibatan yang Membahagiaakan. Disini waktu berhenti dan kita menikmati sekali apa yang kita lakukan. Keterlibatan ini terjadi ketika kita sangat ‘masuk’ dalam apapun yang kita lakukan. Dari perenang pada pertandingan olympiade; wiraswasta yang workaholic bekerja keras; orang yang sedang kasmaran; mahasiswa yang sedang mengejar waktu menyelesaikan tugas.
Engagement, oleh Mihaly Csikszentmihalyi dari University of Chicago, diberi nama ‘Flow’. Riset panjang membuktikan bahwa orang yang mengalam Flow akan merasakan kebahagiaan dalam kehidupannya. Disana kita melupakan waktu, dan tidak terasa tiba2 sudah bekerja 9 jam nonstop.

Kebahagiaan tipe ketiga adalah Meaning, atau Arti Kehidupan. Orang yang menemukan arti kehidupan akan lebih merasa berbahagia walaupun dia tidak merasakan pleasure sebanyak orang kaya atau para selebrity yang hingar bingar hidupnya. Agama dan spiritualisme membawa kita menemukan arti diri. Kepuasan karena anak kita telah ‘jadi orang’, rasa damai karena semua orang yang kita cintai berbahagia dan sukses, kebahagiaan kita karena bisa berbuat baik untuk sesama manusia.

Alexander Graham Bell

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.

From Walt Disney

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi.... kita akan binasa.

Biografi Ibu Negara

 Kristiani Herrawati Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih dikenal dengan Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah Ibu Negara ke enam Republik Indonesia sejak suaminya Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat pada tanggal 20 Oktober 2004.

Lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952 sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan suami istri Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Alm) dan Hj. Sunarti Sri Hadiyah. Beliau menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juli 1976, waktu Pak SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik. Pernikahan Ibu Ani dan Pak SBY ini tergolong unik. Pernikahan itu berlangsung bersamaan dengan pernikahan kakaknya, Wrahasti Cendrawasih dengan Erwin Sudjono, dan adiknya Mastuti Rahayu dengan Hadi Utomo. Keduanya ini juga perwira TNI yang juga baru lulus.

Selain sebagai Ibu dari seluruh anak-anak Indonesia, Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah ibu dari dua putra, Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono (menikah dengan Annisa Larasati Pohan tahun 2005 lalu) yang sekarang sedang sekolah bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan Curtin University of Technology, Perth - West Australia dengan dua gelar kesarjanaan Bachelor of Commerce Finance dan Electronic Commerce).

Bagi banyak orang yang mengenal beliau , Ibu Ani Bambang Yudhoyono adalah wanita yang sangat cerdas dan lugas. Sempat menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga memutuskan meninggalkan sekolah dan menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 1976. Tetapi dengan semangat "It's never too late to learn", Ibu Ani melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik di tahun 1998.

Sederetan aktifitas di bidang politik dan sosial sudah pernah dijalaninya. Ibu Ani pernah memegang jabatan politik sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan sangat aktif selama kampanye pemilihan presiden di tahun 2004 lalu, dimana Pak SBY dipilih rakyat secara langsung untuk jadi Presiden RI.. Beliau juga aktif dalam kegiatan sosial di Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara), Dharma Pertiwi, dan Dharma Wanita selama Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Pemerintahan Megawati.

Segera setelah menjadi Ibu Negara, Ibu Ani langsung memberikan perhatian serius pada persoalan-persoalan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Beliau berada di depan pada kampanye imunisasi polio, dan mempelopori Mobil Pintar, dimana anak-anak dapat belajar sambil bermain tanpa harus berjalan jauh dari rumahnya. Ketika bencana gempa bumi dan tsunami mendera NAD dan Nias, Ibu Ani segera mengorganisir bantuan untuk anak-anak yang kehilangan orang-tuanya. Beliau pula yang terdepan mengulurkan tangan ketika kelaparan menimpa warga Yahukimo di Papua.

Ibu Ani menyukai membaca dan berkebun terutama tanaman anggrek. Beliau sangat senang saat bisa membacakan cerita atau puisi kepada anak-anak. Dan menikmati menulis berbagai pengalaman dan pengamatan beliau tentang warga dan bangsanya.

From Dale Carnegie

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda.

From Einstein





















"Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban."

"Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat."

"Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta."

"Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam."

"Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa."

"Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan."

"Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang didapat sejak usia 18 tahun." "Hanya sedikit yang melihat dengan matanya sendiri dan merasakan dengan batinnya sendiri."

"Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru."

"Jika A sama dengan kesuksesan, maka rumusnya adalah A=X+Y+Z. X adalah kerja, Y adalah bermain, Z adalah menjaga mulut agar tetap bungkam."

"Satu-satunya alasan adanya waktu adalah supaya segala sesuatu tidak terjadi pada saat yang bersamaan."

"Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang."

"Nilai manusia yang sesungguhnya pada dasarnya ditentukan oleh ukuran dan rasa yang telah mencapai pembebasan dari dirinya sendiri."

"Bagaimana mungkin engkau menjelaskan fenomena biologis yang sedemikian penting seperti cinta pertama dalam pengertian kimia dan fisika ?"

"Seseorang baru memulai hidup jika dia bisa hidup di luar dirinya sendiri."

"Misteri abadi dunia adalah keterpahamannya."

"Segala sesuatu hendaknya dibuat sesederhana mungkin, tapi bukan menjadi lebih sederhana." 

From Thomas A. Edison

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Thomas A. Edison,
Penemu dan Pendiri Edison Electric Light Company

From Napoleon

The worst in the business world is the situation of no decision.
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan.

Dewi Motik Pramono


Nama:
Dr. Cri Puspa Dewi Motik Pramono, MSc
Lahir:
Jakarta, 10 Mei 1949
Suami:
Pramono Soekasno
Anak:
1. Moza Pramita Pramono
2. Adimaz Prarezeki Pramono
Pendidikan:
S1 Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta
S1 Seni Rupa, Florida International University, Miami, USA
S2 Pengkajian Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia
S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Universitas Negeri Jakarta
Jabatan Sekarang:
1. Pimpinan Umum DE MONO Group (LPKK DE MONO dan Koperasi DE MONO)
2. Presiden Direktur PT Puncak Wawasan Indah
Karir Akademik:
1. Dosen Seminar Kewirausahaan pada Fakultas Ekonomi di Universitas Trisakti dan Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta.
2. Dosen Luar Biasa Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia pada Universitas Negeri Jakarta.
Pengalaman Organisasi:
1. Bersama Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, mendirikan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) pada tahun 1975
2. Menjabat sebagai Ketua Kehormatan Presiden IWAPI Pusat
3. Ketua Umum DPP ISIKKI (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia)
4. Ketua Kadin Indonesia bidang Lingkungan Hidup sampai sekarang
5. Ketua Umum DPP IKABOGA Indonesia (Ikatan Ahli Boga Indonesia) dengan masa bakti 1987-1990 sampai saat ini (2002- 2006)
6. Ketua Subkonsorsium Usaha Jasa Boga dan Memasak Depdikbud pada tahun 1984- 1987 dan 1987-1990
7. Wakil Komisi Umum di Dewan Latihan Kerja Nasional Depnaker
8. Dewan Pembina Association Apprel Manufactory Indonesia
9. Salah satu Pendiri International Federation of Women Enterprenuer's (IFWE) yang berpusat di New Delhi dan sejak 1996 sampai sekarang menjadi Presiden IFWE
10. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia periode 1988-1993.
11. Anggota dari lembaga di bawah naungan UNDP PBB yang mempromosikan hasil-hasil produksi barang seni dari negara berkembang atas nama negara -negara Asia.
12. Anggota dari World Assembly of Small & Medium Enterprises (WASME), 1991-sekarang
13. Ketua Umum Iwapi Pusat
14. Ketua Bakornas PKMI (Badan Koordinasi Nasional Pengusaha Kecil dan Menengah Indonesia), 21 Agustus 1992
15. Dewan Pembina/ Penasehat Koperasi DE MONO (Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah), 1994
16. Dewan Pembina/ Penasehat Kowapi, 1994
17. Ketua Pelaksana “The 3rd Meeting International Federation of Women Entreprenuers” di Jakarta, 17 September 1994.
18. Ketua Penyelenggara Konferensi Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia yang dihadiri oleh banyak negara sahabat di Jakarta, 16-18 Juli 1995
19. Juri "World Young Business Achiever Award", 23 Januari 1996
20. Pembicara pada seminar "On Improving Trade & Investment antara Indonesia & Yunani di Athena, Yunani, 4-6 Maret 1996
21. Pembicara pada “International Congress of World Association of Small and Medium Enterprises” (WASME) di New Delhi, India. Serta menerima Special Honor Award dari WASME sekaligus terpilih sebagai Wakil President WASME, 16- 19 April 1996
22. Pembicara dalam "World Convention The Federation of Island Nation for World Peace" di Tokyo, Jepang, 16-18 Juni 1996
23. Pembicara dalam 5th International Federation of women Entrepreneur Conference di Adelaide, Australia, 21-24 Agustus 1996
24. Pembicara dalam "Australian Council of Business Women LTd.-Business Forum" di Sydney, Australia, 26 Agustus 1996
25. Pembicara dalam "The Xth World Association of Small & Medium Enterprises Congress" di Miami, Florida, USA, 6-9 April 1997
26. Memimpin sidang "The VIth International Federation of Women Entrepreneurs Conference (IFWE) sebagai President IFWE di Accra, Ghana -Afrika Barat, 16- 19 September 1997
27. Pembicara dalam "An International Forum of Strengthening Women's Business Organization" di Washington DC,USA, 22-24 September 1997
28. Pembicara dalam "FCEM 45th International Congres of Women Business Owners: oleh The National Association of women Business Owners” Republic of South Afrika di Cape Town, South Afrika, 12-16 Oktober 1997
29. Anggota Delegasi Indonesia mewakili Dunia usaha pada "Asia Pacific Forum for Environment and Development (APFED) di Jakarta, 3-6 Mei 2002
30. Anggota Delegasi Indonesia mewakili Business Forum dalam Preparqtory Committee IV Ministerial Meeting Wold Summit and Suistainable Development di Bali, 3-6 Juni 2002
Penghargaan al:
::
"Orang Muda Yang Berkarya" yang diberikan langsung oleh Presiden RI 28 Oktober 1988
:: Orang yang berjasa dalam bidang Pendidikan di luar sekolah dari Depdikbud 14 September 1991.
:: The Golden Award dari Kadin Udine Friuli Vanesia Italy di bidang Ekonomi, 24 Mei 1992
:: Women's of The Year, 17 Juni 1992
:: 21 Kartini Indonesia, 21-6-1992
:: Penghargaan dari Depparpostel, 25-9-1992
:: 12 Wanita Karier Berprestasi Indonesia, 4 Oktober 1992
:: Special Honour dari World Assembly of Small and Medium Enterprises, 18 Desember 1993
:: “Citra Wanita Pembangunan Indonesia 1994”, 7 Juni 1994
:: “Citra Wanita Orde Baru” sebagai wanita yang berperan dalam perkembangan pengusaha kecil dan menengah, 27 April 1995
:: "Karya Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, 17-8-1997
:: Profesi Award '97 dari Yayasan Pedukung Karier dan Prestasi, 10 Oktober 1997
:: "Peniti Emas" Prestasi Wanita Indonesia, 18 April 1998

Hemat Pangkal Kaya

Inilah sosok seorang wanita karir dan seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam berbagai kegiatan usaha dan kemasyarakatan. Mantan Ketua Umum Iwapi Pusat ini menggalang bisnisnya bersama-sama dengan pengusaha lemah. Ketua Umum DPP ISIKKI (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia) seorang pengusaha yang hemat.

Pepatah mengatakan, 'Hemat Pangkal Kaya'. Ungkapan ini sungguh dijiwai oleh Dewi Motik. Berbagai keberhasilan dan kepopuleran yang telah diraih wanita karir ini tak lepas dari sifatnya yang amat hemat. Sifat hemat ini, secara langsung dan tidak langsung, ditularkannya kepada banyak orang. Suatu sifat yang pantas ditiru, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Bila ditanya tentang profesinya, Dr. Cri Puspa Dewi Motik Pramono, MSc akan menjawab sebagai ibu rumah tangga. Sebab, ia memang seorang ibu rumah tangga, yang sangat membanggakan kodrati perempuan. Jawaban ini mungkin saja membuat banyak orang ragu, sebab ia lebih dikenal sebagai wanita karir dan jarang pula tampil di depan umum bersama suami tercinta.

Tetapi, itu bukan jawaban final dan satu-satunya. Sebab ia memang memiliki aktivitas sebagai pengusaha, penulis, pengajar, dosen, pembicara di berbagai seminar dan juri di berbagai perlombaan. Jadi, ia adalah ibu rumah tangga yang sukses sebagai wanita karir. Aktif dalam berbagai kegiatan usaha, pendidikan dan kemasyarakatan.

Ketertarikannya untuk terjun di bidang usaha dan kegiatan sosial terpatri ketika pada tahun 1975 bersama kakaknya, Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur mendirikan Iwapi (Ikatan Wanita pengusaha Indonesia). Saat itu ia menjabat sebagai Honorary President Iwapi Pusat.

Saat ini, Dewi Motik menjabat sebagai direktur berbagai perusahaan swasta antara lain Pimpinan Umum DE MONO Grup (Lembaga Pendidikan Keterampilan dan Kewiraswastaan DE MONO dan Koperasi DE MONO), serta pimpinan di beberapa perusahaan. Ia banyak berkecimpung di usaha koperasi dan usaha kecil-menengah, pendidikan lingkungan hidup dan sosial. Usaha kecil yang tengah diigelutinya adalah moto atau motor toko, sedang dirintis juga becak toko (Bento), mobil, motor distribusi. Semua itu dijalankan oleh rakyat kecil agar mereka dapat hidup sejahtera.

Mengapa ia harus 'repot-repot' membina usaha kecil? Jawabannya adalah, yang utama dilakukan adalah berbuat dan berusaha. “Biar kita melakukan sesuatu dari apa yang kita miliki, walaupun kecil tapi solid. Jangan banyak meminta tapi tidak pernah berbuat-buat apa-apa. Prinsip saya selalu make it from nothing to something,” paparnya. Di samping itu, orang sering keliru bahwa usaha kecil itu tidak ada untungnya. Yang benar keuntungannya juga besar, sekaligus bermisi membantu pengusaha-pengusaha kecil.

Niat membantu sesama masyarakat itu dilakukannya dengan tulus. Sebab, kalau niat itu tulus dan benar, menurutnya, “Insya Allah, Tuhan membuat usaha kita berkembang. Tapi bukan seperti orang yang hanya ngomong besar, yang tidak ada hasilnya. Tuhan juga mengerti jika kita buat kesalahan karena tidak tahu.” Dari usahanya itu, sedikit sekali pengusaha kecil yang tidak mematuhi kewajibannya. Sebagian besar dari mereka lancar dalam pembayaran pinjaman.

Tetapi ia mengakui memang ada orang-orang yang kerjanya hanya menipu dengan ucapannya. Yang menipu ini, tidak hanya ada di lingkungan dunia usaha semata, melainkan juga di sektor kebijakan. Banyak janji yang diucapkan kepada masyarakat tetapi, janji tersebut tidak pernah dipenuhi. Dengan kondisi demikian, ia menyatakan tidak heran jika bangsa Indonesia menjadi terpuruk, karena kebanyakan pimpinannya melakukan kesalahan.

Untuk memperbaiki keadaan yang tidak bagus ini, ia memberi resep agar semuanya harus memulai dari diri sendiri. Bukan hanya untuk mengatur orang lain. Sementara sikap saling menuding dan menuduh siapa yang salah hanya akan membuat kepercayaan di dalam masyarakat semakin berkurang. Berangkat dari itu, ia percaya jika suatu saat Indonesia akan dapat pulih. Syarat utama adalah pemimpinnya adalah orang yang benar dan taat kepada Tuhan. Bukan orang yang membodohi dan membohongi rakyat. Jangan menjadikan agama sebagai alat manupulasi untuk mencapai tujuan jangka pendek. “Agama adalah sesuatu yang dirasakan secara pribadi dan tidak dapat dipaksakan kepada orang lain,” ujar pengusaha yang sangat peduli pada pemberdayaan usaha kecil itu.

Aktivitasnya di bidang pemberdayaan usaha kecil cukup membantu untuk membangkitkan gairah masyarakat berusaha di jalan yang lurus. Ia tertarik pada dunia politik tetaoi tidak mau terjun dalam dunia politik praktis. Ia justru khawatir, niat baiknya membantu masyarakat ekonomi lemah akan terabaikan bila harus terjun di dunia politik praktis. Sebab menurutnya, dunia politik sarat dengan persaingan kepentingan yang sering kali harus mengorbankan pihak lain. Lebih dari itu, ia amat yakin bahwa tanpa ikut terlibat di dunia politik praktis pun bisa menghasilkan karya yang lebih baik dibandingkan para politikus itu. Namanya memang lebih dikenal daripada kebanyakan orang yang ada dalam politik praktis.

Sebagai pengajar, ia menanamkan disiplin yang ketat kepada mahasiswa. Namun, penanaman disiplin itu diyakininya tidak akan berjalan bila ia sendiri tidak disiplin. Ia kurang senang bila mahasiswanya terlambat masuk kelas dan di kelas hanya main-main, tidak serius mengikuti perkuliahan. Untuk itu, ia memberi contoh kepada mahasiswa kalau dirinya sendiri bisa tepat waktu dan serius dalam mengajar. Tugas yang diberikan pun pasti diperiksanya dalam waktu secepatnya. Di luar itu, ia juga bisa menerima keluhan, keberatan, bahkan juga saran dari mahasiswanya. Ia ingin mahasiswanya memiliki sikap mental yang tangguh, bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan berdisiplin.

Lahir dengan nama Cri Puspa Dewi Motik di Jakarta pada tanggal 10 Mei 1949. Tahun 1975 menikah dengan Pramono Soekasno dan dianugrahi 2 (dua) orang anak yaitu Moza Pramita Pramono dan Adimaz Prarezeki Indramuda Pramono. Setelah pernikahan itulah namanya lebih dikenal dengan dewi Motik Pramono.

Ketika masih lajang, Dewi Motik pernah terpilih sebagai Ratu Luwes di Imada (Ikatan Mahasiswa Djakarta) tahun 1968. Pada tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai salah satu pemenang None Jakarta dan sebagai Ratu Jakarta Fair. Kemudian pada tahun 1974 dinobatkan sebagai Top Model of the Year. Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1977 terpilih sebagai Wanita Karier Ideal dan pada tahun 1981 terpilih sebagai Wanita Berbusana Terbaik dan pada tahun 1989 terpilih sebagai Wanita Excecutive Berbusana Terbaik.

Ia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta dan Sarjana Seni Rupa di Florida International University, Miami, USA. Ia juga telah menyelesaikan S2 Bidang Pengkajian Ketahanan Nasional (PKN) dan mendapat gelar MSi dari Universitas Indonesia. Awal Agustus 2002 Cri Puspa Dewi Motik Pramono, berhasil meraih gelar doktor. Gelar itu diraihnya setelah ia menyelesaikan pendidikan S-3 bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari Universitas Negeri Jakarta.

Untuk meraih gelar itu, ia mengikuti perkuliahan secara reguler, membuat desertasi, dan mengikuti ujian sidang doktor. Meskipun ia sudah memiliki nama besar dan cukup dikenal, tetapi dalam mendapatkan ilmu, ia ingin menjalaninya dengan benar dan wajar. Sehingga, ketika menyandang gelar, ia tidak malu karena memang memiliki kompetensi.

Padahal, bila sekadar ingin mendapatkan gelar, saat ini banyak lembaga yang ramai-ramai mengobral gelar tanpa harus mengikuti proses pendidikan yang seharusnya ditempuh calon peraih gelar. Harganya pun tidak begitu mahal. Dan, untuk mendapatkannya, tidak perlu repot-repot datang ke kampus, mendengarkan kuliah, membuat tugas, melakukan penelitian, cukup dengan mendaftar dan tinggal menunggu saat wisuda atau bayar langsung dapat gelar.

Terhadap mereka yang mendapatkan gelar dengan cara itu, Dewi Motik menyebutnya sebagai pencuri. Perbuatan kriminal terhadap dunia keilmuan. Criminal science. Sebab, dia sebenarnya tidak layak menyandang gelar itu, tetapi mereka mau dan bahkan bangga memakai gelar itu, sementara kompetensinya tidak ada. Repotnya, menurut Dewi Motik, banyak juga pejabat yang membeli gelar dengan cara seperti itu. “Bagaimana tidak hancur negara kita jika para pemimpinnya begitu?” katanya dengan nada risau.

Bila ingin mendapatkan gelar dan tidak diributkan masyarakat, maka semua orang harus melaluinya dengan tahapan yang wajar. Jika semuanya jujur, maka tidak akan ada sentimen negatif yang memojokkan seseorang. Bahkan, bila masih ada juga yang memandangnya dengan sebelah mata, hal itu akan sangat mudah dipatahkan, mengingat ia mendapatkan ilmu secara benar dan tinggal membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akan berbeda halnya dengan yang memiliki gelar dengan cara membelinya pada lembaga yang akreditasinya sangat diragukan. Meskipun ada pameo hal itu adalah hak setiap orang, ternyata bagi Dewi Motik semua itu adalah akal-akalan. Memang benar ada hak asasi, tetapi hak itu bukan untuk berbuat semaunya.

“Saya tidak setuju dengan pemikiran liberal ‘Freedom to free’ tapi yang benar adalah ‘Freedom for right’. Setiap orang memang memiliki hak asasi namun setiap orang juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban,” jelasnya.

Bila seseorang ingin mendapatkan gelar dengan harapan nantinya ia akan lebih dihormati, maka pandangan itu dianggapnya naif. Sebab menurutnya, penghormatan itu tidak serta merta datang dari luar hanya karena memiliki gelar yang banyak. Untuk dihormati atau dicintai banyak orang, maka sebaiknya terlebih dulu diri kita sendiri yang memulai penghormatan itu kepada orang lain. Cepat atau lambat orang-orang itu akan menghormati kita.

Kini aktivitas Dewi Motik bukan hanya terbatas di dalam negeri, tetapi sudah mendunia. Ia banyak mendapat undangan dari luar negeri, baik pemerintahan, lembaga asing, maupun PBB, untuk menyampaikan pandangannya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan hidup berkelanjutan atau di bidang ekonomi dan kewanitaan.

Selama menjadi pembicara, ia konsisten dengan prinsip hidupnya, “from nothing to something”. Maka, kalimat kedua yang dikemukakannya adalah “Make it happen” menghadirkan sesuatu menjadi nyata. Bukan hanya berbicara konsep, namun mengadakan tindakan nyata dan berpengaruh terus. Dan, jangan lupa ungkapan yang mengatakan: 'Hemat pangkal kaya'.

Cara berpikir Bung Karno:

Cara berpikir Bung Karno memang luar biasa.

Bung Karno berpikir secara abad, bukan tahun atau bulan atau hari, tetapi abad.

Hampir semua karya Bung Karno selalu tahan lama, termasuk jalan-jalan raya, gedung-gedung dan lain-lain.

Juga cara berpikir mengenai manusia.

Bung karno memikirkan masyarakat dunia, bukan hanya masyarakat Indonesia, bukan hanya masyarakat kampungnya sendiri, bukan hanya memikirkan keluarga sendiri.

Kalau Bung Karno cara berpikirnya itu secara abad dan dunia, orang-orang yang menjadi pengikut Bung Karno, yang berpikir alon-alon asal kelakon tentu saja ketinggalan terlalu jauh dan tidak dapat mengikuti.

Memang Bung Karno adalah pemimpin caliber dunia.

Bung Karno di Jakarta pernah juga membangun gedung-gedung yang indah dan megah, seperti Toko Serba Ada Sarinah di Jalan Thamrin, Gedung Nusantara dan Hotel Indonesia, Bank Dagang semuanya terletak di Jalan Thamrin, Gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Senayan, Hotel Banteng yang sekarang diberi nama Hotel Borobudur, Gedung Telekomunikasi di Jalan Merdeka Selatan, dan bangunan rasaksa kompleks olahraga Senayan, Stadion Utama untuk main sepakbola dan gedung-gedung lain di sekitarnya, untuk menampung para olahragawan dari daerah lain yang juga tinggal Jakarta selama mengikuti pesta olahraga.